Konser 20 tahun berkarya musisi Glenn Fredly di industri musik Indonesia berhasil “menghipnotis” para penonton yang sebagian merupakan kawula muda Ambon.

Konser bertajuk Tinggikan digelar di kota Ambon yang merupakan kota ke-12 perjalanan konser 20 tahun berkarya musisi Glenn Fredly di dunia musik Indonesia, telah ditunggu para penonton sejak pintu arena pelaksanaan konser dibuka untuk umum, Sabtu malam.

Para penonton yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Maluku, serta beberapa kota lain di Indonesia telah menanti kehadiran musisi untuk membawakan lagu yang menjadi hits di masyarakat pencinta musik.

Lagu You are my everything merupakan pembuka konser di kota Ambon, lagu pertama langung dibawakannya dengan penuh semangat, dan disambut para penonton.

Glenn mengajak seluruh penonton untuk bergoyang diawal pertunjukan, dan dirinya pun terlihat aktif untuk mengajak seluruh penonton menikmati konser.

Deretan lagu yang merupakan lagu hits dibawakan Glenn seperti Sekali Ini Saja, Cukup Sudah, pantai cinta, dan terserah pun berhasil membuat penonton di Lapangan Merdeka Ambon terhanyut lantunan lagu yang dibawakan.

“Lagu ini saya persembahkan untuk nona dan nyong (panggilan khas untuk perempuan dan laki-laki muda) yang tidak punya pacar, dan yang sedang patah hati,” katanya.

Usai membuat kawula muda Ambon terhanyut dalam lagu berirama slow, dirinya mengajak penonton untuk bergoyang bersama dengan lagu hidupmu indah, tinggikan, rame-rame, ayo kembali ke timur dan rasa sayang.

Sambil membawakan lagu-lagu tersebut, Glenn mengeluarkan penampilan terbaiknya bernyanyi sambil memainkan sejumlah alat musik piano dan gitar secara bergantian.

“Saya mau kita semua bergoyang malam ini, karena konser ini khusus dipersembahkan untuk masyarakat Ambon yang luar bias,” ujarnya.

Walaupun sebagian besar lagu ciptaan Glenn berlirik patah hati, grup band yang mengiringinya berhasil memodifikasi perpaduan musik pop dan reggae.

Selain itu, Glenn juga menyisipkan satu lagu ciptaan Dewi Lestari berjudul Malaikat Juga Tahu, sambil memainkan piano dirinya melakukan interaksi dengan penonton.

Sebagai lagu penutup konser itu, Glenn membawakan lagu yang paling ditunggu-tunggu penonton yakni Januari dan kisah romantis, kasih putih dan ditutup dengan lagu daerah Maluku Hena Masa Waya.

Konser 20 tahun berkarya musisi Glenn Fredly melibatkan musisi muda lokal menjadi pembuka konser seperti dalen Dembals, JP akustik, David Rampisela, grup hip hop eros dan sati Manumata.

Selain itu diisi trian dan musik etnik dari sanggar wairanang yang membawakan lagu khas Maluku menggunakan alat musik tifa, totobuang dan hadrat.

“Konser ini saya dedikasikan untuk komunitas kreatif di Ambon, serta para musisi yang terlebih dahulu berkarya di kancah musik Indonesia yakni opa Bing Leiwakabessy dan Om Zeth Lekatompessy. Dan saya juga bengga dengan kalian anak muda Ambon,” ujarnya di akhir kata.

(Penina Mayaut, antaranews.com, 22 November 2015)