DIBALIK KONSER TANDA MATA DAN KERUSUHAN SEMANGGI

Jakarta, Bumientertainment.com — Glenn Fredly kembali menggelar konser “Tanda Mata” untuk ke-empat kalinya, pada 30 September kemarin musisi pencipta lagu “Romansa Ke Masa Depan” ini mengapresiasi karya sebuah grup musik Tanah Air, yaitu Koes Plus Bersaudara. Berlokasi di Balai Sarbini, Plaza Semanggi, Jakarta Selatan (30/09/2019).

Konser “Tanda Mata” kali ini bertepatan dengan keputusan RKUHP, hingga pada akhirnya memicu kerusuhan antara demonstran dan polisi yang berdampak pada kontinuitas jalannya konser “Tanda Mata” tersebut. Beberapa jalan di daerah Semanggi dan sekitarnya ditutup, akibat kerusuhan yang terjadi pada malam itu.

Dilansir dari Kompas.com, malam itu polisi kembali mengerahkan pasukan keluar dari Gedung Polda Metro Jaya. Penembakkan gas air mata mulai diluncurkan kepada demonstran yang juga melempari petugas dengan petasan. Kondisi yang semakin tidak kondusif ini berdampak pada beberapa guest star “Tanda Mata” alhasil tidak dapat menghadiri konser tersebut. Beberapa diantaranya ada Deddy Mahendra Desta dan Vincent Ryan Rompies.

“Vincent Desta yang mestinya ada, mereka berjuang sampai di sini tapi stuck. Jadi semangat teman-teman yang mau hadir ini sejak awal memberikan energi luar biasa.” Ujar Glenn Fredly dalam jumpa pers usai konser.

Penyanyi senior Titiek Puspa juga batal tampil pada konser malam itu.

“Yang gak hadir itu ada Eyang Titiek Puspa. Sebenarnya beliau mau hadir tapi keadaan di luar tidak memungkinkan untuk beliau hadir. Sudah dekat sebenarnya.” Ucap Glenn.

Berlainan dengan Dira Sugandi dan Rio Febrian yang berhasil menembus kerusuhan pada malam itu.

“Kemudian yang tadinya tidak sampai itu Dira Sugandi. Cuma dia berjuang naik ojol sampai di sini.” Imbuh Glenn.

Dalam konser “Tanda Mata” malam itu, Glenn juga mengungkapkan bahwa ada sebagian penonton yang telah membeli tiket namun terpaksa tidak dapat hadir karena kericuhan yang terjadi.

Meski demikian, konser “Tanda Mata” tetap berlangsung baik dengan dimeriahkan oleh penampilan musisi seperti Elephant Kind, Nona Ria, JFK, Rio Febrian, Damon Koeswoyo, Kristina Iswandari, Dira Sugandi, DePasto, Ivan Nestorman, Keroncong Toegoe, hingga Institut Musik Jalanan (Sinyo).

Pada konser “Tanda Mata” kemarin, Glenn juga mengungkapkan bahwa dirinya akan terus melanjutkan konser. Untuk kedepannya, Solois yang ditafsir sebagai dewa cinta ini mengutarakan bahwa konser “Tanda Mata” akan berganti namanya menjadi “Tanda Mata Institute”.

Konser “Tanda Mata” berakhir dengan pemberian trophy untuk Koes Plus Bersaudara dari Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro, MM atau yang akrab disapa dengan sebutan Indro Warkop.