Penghargaan

  1. AMI Award For Best Urban Production Work – Kasih Putih (2001)
  2. AMI Award For RnB Male Solo – Kasih Putih (2001)
  3. AMI Award For Pop Song – Dibalas Dengan Dusta (2004)
  4. AMI Award For Best Pop Male Solo Artist (2005)
  5. AMI Award For Best Mix Engineer – When I Fall In LOve (2006)
  6. AMI Award For Best Foreign Language Song – When I Fall In Love (2006)
  7. AMI Award For Jazz Production Works – Tega (2006)
  8. AMI Award For Urban Pop Male/Female Artist (2013)
  9. Maia Award For Best Theme Song – Lights From The East: I Am Maluku dan Tinggikan (2014)

 

Glenn Fredly mengenal dunia tarik suara sejak usia 4 tahun. Lahir dan besar di lingkungan yang erat dengan musik, membawanya masuk ke industri musik sejak usia belia saat ia bergabung dengan Funk Section, kala itu ia yang masih duduk di kelas 2 SMA mulai dikenal orang karena suara khas nya lewat lagu “ Pantai Cinta” dan “Terpesona”.

Setelah 3 tahun bersama Funk Section, Glenn Fredly akhirnya memutuskan untukmenjadi penyanyi solo dengan memilih genre musik R&B soul, yang kala itu belum banyak diminati oleh masyarakat, namun suara indahnya mampu menarik perhatian bahkan mengenalkan genre musik R&B soul lebih dalam ke seluruh lapisan masyarakat. Kala itu lagu “Kau” dan “Cukup sudah” melejit mencuri perhatian para pencinta musik Indonesia.

Perjalanan kariernya terus menanjak, salah satu momen yang berkesan adalah saat meluncurkan album bertajuk “ Selamat Pagi Dunia “ yang melahirkan banyak hits, sebut saja lagu “Januari” yang sampai kini masi membekas ingatan kita semua. Sejak itu banyak pintu terbuka baginya, tak hanya di industri musik, Glenn Fredly mulai memasuki industri film untuk mengisi soundtrack, film “cinta silver” di 2005 dan “Filosofi kopi” di 2015, dan lalu mendapat kesempatan untuk memproseduri beberapa film Indonesia seperti “Cahaya dari Timur”, “Surat dari Praha” dan “Tanda Tanya”

 

Glenn Fredly adalah musisi dengan kepedulian tinggi bagi lingkungan dan pelestarian seni budaya Indonesia. Berbagai kolaborasi dengan musisi terbaik Indonesia dilakukan, seringkali justru untuk menyampaikan pesan bagi kemanusiaan dan bangsa. Lagu “Kita untuk mereka” diciptakan untuk para korban tsunami di aceh, keterlibatan dalam konser “soul for Indonesian Earth” adalah bentuk penghargaan terhapda bumi, dan sebuah konser bertajuk “Cinta Beta” di tahun 2012 merupakan aksi nyata dalam perlestarian seni dan budaya untuk Indonesia Timur sekaligus ucapan syukur untuk 17 tahun perjalan karirnya.

Glenn Fredly lalu mendirikan sebuah label yang diberi nama Musik Bagus, yang telah memproduseri talenta muda Indonesia seperti Yura Yunita, Gilbert Pohan, Tiara Degrasia, dengan mempersiapkan beberapa talent muda lainnya hingga saat ini. Ia juga tergabung dalam grup musik Trio Lestari sejak 2011 bersama dengan Sandy Sandhoro dan Tompi.

Kini, setelah hampir 25 tahun perjalanan karirernya di blantika musik tanah air, Glenn Fredly memiliki misi untuk berperan aktif dan pengelolaan dan perlindungan terhadap talenta dan karya, di tahun 2018 ia menggagas sebuah konferensi musik pertama di Indonesia bertajuk Konferensi Asosiasi Musik Indonesia (KAMI) untuk merangkul semua pihak yang terkait di industri musik Indonesia untuk menciptakan suatu ekosistem yang sehat bagi kemajuan industri musik tanah air.